Pengertian dan Jenis - Jenis Anemia
I.
PENGERTIAN ANEMIA
Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika
sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah
berada dibawah nilai normal (kurang darah).Penyakit ini rentan dialami pada semua
siklus kehidupan (balita,raja,dewasa,ibu hamil,manula,dan ibu menyusui.
A. PENGERTIAN ANEMIA MENURUT WHO
Anemia merupakan
suatu keadaan dimana terjadi penurunan jumlah sel darah merah. Menurut
WHO, anemia didefinisikan sebagai Hb (hemoglobin) kurang 13 g/dl untuk
laki-laki dan kurang 12 g/dl untuk wanita. Definisi anemia sangat tergantung pada usia dan jenis kelamin.
B. ANEMIA MENURUT
PARA AHLI
Menurut Nursalam,
Anemia adalah berkurangnya kadar eritrosit (sel darah merah) dan kadar
hemoglobin (Hb) dalam setiap milimeter kubik darah dalam tubuh manusia. Hampir
semua gangguan pada sistem peredaran darah disertai dengan anemia yang ditandai
dengan warna kepucatan pada tubuh, penurunan kerja fisik, penurunan daya tahan
tubuh. Penyebab anemia bermacam-macam diantaranya adalah anemia defisiensi zat
besi (Murgiyanta, 2006).
Menurut
Wirakusumah, anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin,
hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah normal. Pada pendertita anemia lebih
sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah atau hemoglobin dibawah
normal. Penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin
B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan
zat besi. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya
zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi untuk eritropoesis tidak
cukup, yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer, kadar
besi serum dan jenuh transferin menurun, kapasitas ikat besi total meninggi dan
cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau
tidak ada sama sekali (Oppusungu, 2009).
Menurut Soekirman,
anemia gizi besi adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan cadangan besi
dalam hati, sehingga jumlah hemoglobin darah menurun dibawah normal. Sebelum
terjadi anemia gizi besi, diawali lebih dulu dengan keadaan kurang gizi besi
(KGB). Apabila cadangan besi dalam hati menurun tetapi belum parah, dan jumlah
hemoglobin masih normal, maka seseorang dikatakan mengalami kurang gizi besi
saja (tidak disertai anemia gizi besi). Keadaan kurang gizi besi yang berlanjut
dan semakin parah akan mengakibatkan anemia gizi besi, dimana tubuh tidak lagi
mempunyai cukup zat besi untuk membentuk hemoglobin yang diperlukan dalam
sel-sel darah yang baru (Wulansari, 2006).
1.
Menurut Tarwoto “2007”
Anemia ialah
kondisi berkurangnya sel darah merah “eritosit dalam sirkulasi darah atau massa
hemoglobin, sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen ke
seluruh jaringan.
2.
Menurut Bakta “2006”
Anemia
didefinisikan sebagai penurunan jumlah massa eritrosit sehingga tidak dapat
memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan
perifer oleh penurunan kadar hemoglobin.
3.
Menurut Arisman “2007”
Anemia merupakan
keadaan menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah sel darah merah di
bawah nilai normal. Anemia terjadi sebagai akibat dari defisiensi salah satu
atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat mempengaruhi timbulnya
defisiensi tersebut.
4.
Menurut Budiyanto “2002”
Anemia merupakan
kondisi kurangnya sel darah merah “eritrosit” seseorang, Anemia dapat terjadi
karena kurangnya hemoglobin yang berarti juga minimnya oksigen ke seluruh tubuh.
II.
JENIS JENIS ANEMIA
A.
Jenis anemia defisiensi besi
(IDA).
IDA adalah jenis anemia yang paling umum terjadi pada
kasus anemia. IDA terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi. Tubuh
membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Orang yang mengalami tipe anemia
ini kadang-kadang dikatakan memiliki “darahbesi-miskin” atau“ darah lelah.”
Seseorang dapat mengalami tingkat zat besi yang rendah karena kehilangan darah. Pada wanita, zat besi dan sel darah merah dapat hilang ketika terjadi perdarahan berat dan lama juga pada saat melahirkan. Perempuan juga bisa kehilangan zat besi dan sel-sel darah merah dari fibroid rahim, yang juga dapat menyebabkan pendarahan secara perlahan.
Seseorang dapat mengalami tingkat zat besi yang rendah karena kehilangan darah. Pada wanita, zat besi dan sel darah merah dapat hilang ketika terjadi perdarahan berat dan lama juga pada saat melahirkan. Perempuan juga bisa kehilangan zat besi dan sel-sel darah merah dari fibroid rahim, yang juga dapat menyebabkan pendarahan secara perlahan.
B.
Jenis
anemia defisiensi vitamin (atau megaloblastik anemia).
Rendahnya
tingkat vitamin B12 atau folat adalah penyebab paling umum dari jenis anemia
ini.
1. Anemia defisiensi vitamin B1
Jenis anemia ini terjadi karena
tubuh mengalami kekurangan vitamin B12 . Tubu membutuhkan vitamin B12 untuk
membuat sel-sel darah merah dan menjaga sistem saraf agar dapat bekerja secara
normal. Jenis anemia terjadi ini sering terjadi pada orang yang tubuhnya tidak
dapat menyerap vitamin B12 dari makanan karena gangguan autoimun. Hal ini juga
dapat terjadi karena masalah usus.
Anemia jenis ini juga dapat terjadi jika asupan makanan tidak memiliki cukup vitamin B12. Vitamin B12 banyak ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan. Sereal juga banyak mengandung vitamin B12. Suplemen asam folat (pil) dapat mengobati jenis anemia ini. Akan tetapi, asam folat tidak dapat mengobati kerusakan saraf yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Jika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin B12, maka akan dapat menyebabkan mati rasa pada kaki, masalah berjalan, kehilangan memori, dan masalah penglihatan. Pengobatan untuk jenis anemia ini tergantung pada penyebabnya. Tetapi mungkin perlu untuk diperlukan pil vitamin B12 khusus.
Anemia jenis ini juga dapat terjadi jika asupan makanan tidak memiliki cukup vitamin B12. Vitamin B12 banyak ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan. Sereal juga banyak mengandung vitamin B12. Suplemen asam folat (pil) dapat mengobati jenis anemia ini. Akan tetapi, asam folat tidak dapat mengobati kerusakan saraf yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Jika tubuh tidak mendapatkan cukup vitamin B12, maka akan dapat menyebabkan mati rasa pada kaki, masalah berjalan, kehilangan memori, dan masalah penglihatan. Pengobatan untuk jenis anemia ini tergantung pada penyebabnya. Tetapi mungkin perlu untuk diperlukan pil vitamin B12 khusus.
2.
Anemia
defisiensi folat.
Folat, juga disebut sebagai asam
folat, dibutuhkan untuk membuat sel-sel darah merah. Jenis anemia ini dapat
terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan folat yang cukup atau jika tubuh
memiliki masalah dalam penyerapan vitamin. Anemia jenis ini juga dapat terjadi
selama trimester ketiga kehamilan, ketika tubuh membutuhkan folat tambahan.
Folat adalah vitamin B yang ditemukan dalam makanan seperti sayuran berdaun
hijau, buah-buahan, dan kacang kering dan kacang polong.
C.
Jenis
anemia yang disebabkan oleh penyakit tertentu yang mendasarinya.
Beberapa
penyakit dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk membuat sel darah merah.
Misalnya, anemia adalah umum terjadi pada orang dengan penyakit ginjal. Dalam
kasusu ini ginjal tidak dapat membuat cukup hormon yang memberi sinyal tubuh
untuk membuat sel-sel darah merah.
Jenis
Anemia yang disebabkan oleh penyakit darah yang diturunkan. Jika seseorang
memiliki riwayat keluarga dengan penyakit darah, maka orang tersebut berada
pada risiko lebih besar untuk juga terkena penyakit ini. Berikut ini adalah beberapa
jenis anemia yang termasuk dalam kelompok ini:
1.
Anemia
sel sabit.
Sel-sel darah merah dari orang-orang
dengan penyakit sel sabit keras dan memiliki tepi melengkung. Sel-sel ini dapat
terjebak dalam pembuluh darah kecil, menghalangi aliran darah ke organ-organ
dan anggota badan. tubuh menghancurkan sel darah merah sabit cepat. Tapi, itu
tidak bisa membuat sel-sel darah merah baru cukup cepat. Faktor-faktor ini
menyebabkan anemia.
2.
Thalassemia.
Orang dengan kasus talasemia
tubuhnya tidak mampu hemoglobin secara maksimal dan sel darah merahnya lebih
sedikit dari biasanya. Hal ini dapat menyebabkan anemia ringan atau berat.
Salah satu bentuk parah dari kondisi ini adalah anemia Cooley.
3.
Anemia
Aplastik.
Ini adalah kelainan darah yang
langka dimana tubuh berhenti membuat cukup sel darah baru. Semua sel darah
dalam tubuh baik itu sel darah merah, sel darah putih, maupun trombosit – yang
terkena dampak rendahnya tingkat sel darah merah dapat menyebabkan terjadinya
anemia. Dengan rendahnya tingkat sel darah putih, tubuh kurang mampu melawan
infeksi. Dengan terlalu sedikit trombosit, darah tidak dapat membeku secara
normal
Terimakasih kak jadi menambah pengetahuan 😊
BalasHapuspengetahuan saya jadi bertambah.
BalasHapusMenambah pengetahuan saya
BalasHapusterimakasih kak ilmunya bermanfaat
BalasHapus